Kepada Ruhku yang tak kenal waktu
kepada Ragaku yang mulai Renta
gurat kulit melipat kering
menandai usia hingga perjalanan kini
maaf kan Belum mampu membahagiakan
maafkan hanya keluh yang tersaji
tetapi ku yakini pada satu masa
kan kau Rasai kebahagiaan Hakiki
entah dengan apa itu kan ter kabul
Tuhan menyimpan Rencana yang terbaik