Sayapmu sedang luka
robek tanpa terjahit pada semestinya
tubuhmu tergadai
terbelenggu keinginan yang terantai
kaki kaki berdarah
bibir bibir bergelut dengan Bathin
mata mata sayumu berkaca
tak mampu membendung air mata
Jiwa mu lusuh
tubuh rentan memikul beban
ranting dan dedaunanmu tipis
terhembus angin
jatuh ke tanah ter injak
tetapi tekad hidupmu sungguh kuat
mengalahkan kebencian akan Sebuah Ikrar
syal syal hangat masih kau miliki
bekal malam kala mimpi masih berkawan
kekuatan Bathin kita
adalah pengikat Tali
tersimpul rapi pada pinggang
Kerinduanmu adalah mata bidadari
walau sobek masih saja kau mampui terbang
melintas batas Imaginasi
hingga Tak tersekat sehelai kekawatiran
#bidadari terapung