tak banyak yang tahu
bahwa kita adalah Empedu bercampur darah
basah merupa lembab
pahit ,namun tetaplah ada dibutuhkan
kita adalah cerminan Dua hati pada sudut cerita
atau bahkan kita adalah kubus dengan empat sudut
tak ada kata pengganti
sepanjang garis tepi masih utuh dan rapi
walau sesekali arsiran gelap masih saja menguntit