Merapalmu Puisi Peracik Kopi Thursday, June 5, 2014 Facebook Twitter Telegram merapalmu disudut hatiku temaram membius kata pergi sekelebat seperti angin meninggalkan desiran tanpa sebutir senyum hanya termangu menyaksikan punggungmu berlalu tanpa kau ucap kata "sudah biasa, ataukah kebiasaan ? " ah ... LihatTutupKomentar Post Selanjutnya Post Sebelumnya