Rabu, 18 Juni 2014
11:07 PM
Sejati …
Kita bukanlah mimpi yang singgah menenangkan
malam
Mencumbui pembaringan dalam setianya Waktu
Kita adalah ungkapan kata yang tenggelam
dengan diam
Lalu bangkit meniti kembali hidup pada
dalamnya hatimu
Kekasih …
Kita telah tahu sejauh mata melempar Resah
maka yang kembali adalah Tanya yang tak perlu terjawab
maka yang kembali adalah Tanya yang tak perlu terjawab
Bak Limbah dalam kegundahan Gelisah
Mari jadilah kita sebagai Pewangi untuk hari
hari agar tak terjerambab
Kekasihku,
Malam yang telah kueja pada butiran bintang
Pada gulananya sang Rembulan tanpa sesungging
Aku tak hendak memenjarakan perasaan ini
hanya karena Kau pinta
Sejati ku adalah makna yang sungguh ter amat
dalam nda
Bukankah telah kau baca dibalik Tirai
tangismu
Bukankah telah kita Amini tentang tujuan tujuan
Rindu
Tetapi mengapa masih saja kau kelupas laranya
Rasaku ?
Aku tahu, sepertinya hendak kau lipat kembali
tentang Waktu
Dan ,
Engkaupun ingin memperbaiki
Lalu mempertemukan kembali Reinkarnasi Cinta ini
Tetapi, inilah kita dengan Sejati tanpa pura
pura lagi
Bahwa Rindu kita adalah Kuntum bunga mewangi
#Aku dan kamu dalam Bingkai
Menata
hati agar tak mudah menjadi tangisan