Empat puluh Tahun
Ruhku mengabdi pada Raga
menjalani titisan waktu tak ter rasai
hengkang malam mendepak
mencerai beraikan kutu kutu pikiran
mengumpulkan sisa sisa waktu
menyatukan Visi menjemput Impian
Sisa angka yang masih melekat
menata kembali pada hitungan Gelisah
mendekatkan diri pada Sang Cipta Alam
Kekasihku adalah pikiran pikiran Logis
bersama menata ulang deraian tangis
menjelma dalam Keyakinan
bahwa Engkau adalah pilihan Raga
Empat Waktu dalam setiap Sepuluhnya
kita mencapai hal hal yang tak terduga
Karunia serta Berkah adalah Bonus yang diberikan NYA
Malam ini ...
pundak memanggul namamu
pada kereta kencana tanda kita
membawa kebahagiaan yang ter Erami
tangan tangan renta
kulit kulit kering
urat nadi yang menyembul
adalah kikisan perjalanan Bahtera
satu jam ...
tak kan pungkas meremas
menulis kehidupan dalam kereta Waktu
hari demi hari adalah goresan goresan tinta
pada lembaran perjalanan
Tulang rusukku ...
apapun ini adalah Kado Nya
tetap kita Syukuri dalam panjatan Do'a
merumuskan kembali
sisa perjalalan kedepan
entah kan bertitik pada Muara apakah
sebab kita adalah Abdi bagi kebahagiaan Anak anak di Masa Depan
mari ...
sambut Esok dengan tulus Ikhlas
melanjutkan torehan torehan milik NYA
Semoga pelayaran masih mampu kita Arungi bersama
# Tandaku 01 Juli
