Sabtu, 20 Juli 2014
09:51 PM
Entah apa yang membuatku menjadikan tidak tenang
Berkali kali kutuliskan Puisi puisi untukmu
Namun selalu saja Aksaraku tertutup Mendung
Hingga hanya gelembung Resah yang kian menderu
Ingin tak kutuliskan Lukisan kata tentang sebuah senyuman
Tetapi Hati ini tak kuasa untuk diam memendam
Sedangkan Puisi
puisiku menawarkan ke Indahan di setiap seduhan
Malam pun sedang pulas, gemintang menari nari
bersolek dalam temaram
Rembulan berkaca dibalik awan pekat
Menelurkan Ruh dalam cahaya berkarat
Adakah Angin berhembus menghampiri lewat langit
langit
Membawakan kabar Rindu yang terbawa dari Barat ?
Adakah engkau kan merasai gelora ini ?
Hingga kan ku ucap selamat malam wahai Sang Dewi
Bermimpilah seperti khayal dalam inginmu
Maka ku kan hadir menyelimuti dingin dalam Jiwamu