-->

Empat Nafas

Kepada senja yang masih bergelayut dilangit
kepada angin sore nan lalu kala berbisik dihatiku
dan kepada rindu dari segala pemilik rindu Nya

adakah kita akan bercanda
bertutur tularkan ceriah
adakah kita akan selalu dalam lembutnya Kalbu
menyentuh beludru di Naluri yang Rentan

Wahai
kesaksian Jiwaku
sebentar malam kan bertandang
bawakan pilihan pilihan Mimpi kebahagiaan
atau ...
bahkan mungkin mimpi mimpi kekalahan

dan ....
Wahai  Pujangga Kata
singgahkan celetuk mimik senyum
Dongkelkan aku cerita dari balik kantung mata nan letih

ungkapkanlah bahwa Kekasihku telah menanti
berselimut Rindu pada Berkah pengabdi
aku bersama sesandingku
kamu bersama ketidak inginmu

Empat Nafas dalam satu waktu

LihatTutupKomentar