-->

Kamu bermata Puisi

Senja berkejaran
bertaburan jingga melepas penat
diatas roda kupeluk sebuah nama
pada batas ada dan tiada

Angin sedang termenung
tak berhembus selaksa memahami
Matahari pun sedang sibuk memoles rupa
merayu bintang untuk datang bersama nya malam nanti

lihatlah pada langit langit
saat pekat sedang bercumbu
saat mata teduhmu sibuk berhitung bintang
saat hatimu menyerupai telaga

bersabarlah
aku kan segera tiba
menyelam kedasar Hatimu
melumat habis bibir Rindu
menelan Rasa walau hanyalah Pahit

setidaknya
masih ada senyummu
kan menjadi penawarnya
Hai ... kamu yang  "bermata puisi"

LihatTutupKomentar